Waduk Jatibarang, Wahana Wisata Baru di Kota Semarang

No votes yet

Destinasi wisata di Semarang makin beragam. Tidak hanya mengandalkan wisata sejarah dan heritage, Semarang kini punya tempat wisata yang sedang naik daun yaitu Waduk Jatibarang. Bendungan yang terletak di Kecamatan Gunungpati Semarang itu luasnya mencapai 189 hektar.

Yang menarik, dengan airnya yang jernih kita bisa menjelajahi danau ini dengan naik perahu. Pengunjung bisa menyewa perahu untuk memancing atau sekadar mengelilingi bendungan. 

Waduk Jatibarang Semarang

Untuk sewa perahu pengunjung cukup merogoh kocek Rp 100 ribu. Untuk satu unit kapal motor dengan keliling waduk sepuasnya. Bisa digunakan untuk 3 – 4 orang. Tapi yang berkeliling setengah waduk cukup membayar Rp 60 ribu.

Bagi pengunjung yang takut air tidak perlu khawatir. Para pemandu akan menemani selama berlayar. Yang suka seru-seruan juga dijamin asyik karena kapal motor bisa dipacu kecepatan tinggi. Melesat memecah ombak bendungan.

Meski berada di pinggiran kota, lokasi Waduk Jatibarang cukuo mudah dijangkau. Selain jalanya sudah mulus sampai lokasi, juga tidak terlalu jauh. Dari bandara A Yani Semarang bisa ditempuh 40 menit dengan jarak sekitar 13 Km.  Keluar bandara ke arah Manyaran lalu naik menuju Gunungpati. Di perjalanan akan melewati gapura bandungan yang besar. Lalu belok kanan masuk area.

Tiketnya sangat murah. Cuma Rp 2500/orang. Sarana parkir luas dekat bibir bendungan. Yang mau kuliner juga lengkap dengan warung-warung makan dan es kelapa muda. MCK dan musholla sangat rapi dan bersih.

Destinasi air yang tergolong anyar ini mulai diserbu orang. Terutama hari Minggu dan tanggal merah. Warga kota maupun luar kota datang jauh jauh untuk menjajal keelokan waduk terbesar di Semarang ini. “Kalau hari libur bisa ratusan orang per hari,” kata Jumadi, petugas penjaga tiket masuk.

Karena tergolong baru, pengelola masih memberi kelonggaran tiket murah termasuk untuk wisata keliling waduk dengan kapal motor. “Selain keluarga dan muda mudi, banyak pengunjung dari kalangan sekolah,”imbuhnya.

Waduk Jatibarang dibuka dua tahun lalu setelah dibangun selama empat tahun. Proses pengisian air pada 5 Mei 2014, bertepatan dengan Hari Air Sedunia Ke-22 oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Resmi beroperasi pada 11 Mei 2015. Tujuan utama pembuatan waduk Jatibarang adalah untuk menampung air, menahan banjir, dan pembangkit listrik.

Area Bendungan Jatibarang ini sebenarnya meliputi 4 kelurahan dari 2 kecamatan, yaitu Kelurahan Kandri dan Kelurahan Jatirejo di Kecamatan Gunungpati, serta Kelurahan Kedungpane dan Kelurahan Jatibarang masuk Kecamatan Mijen. Pintu masuk area wisata berada di Gunungpati dan Kantor Pengelolaan waduk berada di Jatibarang.

Saking luasnya, di tengahnya ada pulau kecil. Bukit/pulau Kreo inilah yang dipakai kawasan pembiakan 500 ekor lebih monyet ekor panjang yang menjadi daya tarik wisata Goa Kreo. Menuju mulut Goa Kreo dihubungkan dengan jembatan gantung di atas waduk.

Yang menarik, menuju Waduk Jatibarang pengunjung akan melewati desa wisata, yaitu Desa Kandri. Penduduk desa menyajikan souvenir dan olahan makanan khas yang menarik. Tertarik jelajah bendungan? Ayo datang ke Waduk Jatibarang Semarang.

Tags: